Kerendahan Hati

Dahulu pernah tinggal seorang sopir yang sombong di daerah Qi, di negara di China. Dia adalah sopir Perdana Menteri negara. Suatu hari, Perdana Menteri kebetulan melewati jalan di daerah rumah sopir Perdana Mentri itu. Beberapa tetangga yang melihatnya sedang mengantar Perdana Menteri dan sangat gembira. Salah satu tetangga sopir berlari ke rumah dan berkata kepada istri sopir-“Cepat! Lihat siapa yang mengemudi kereta Perdana Menteri? Suami Anda.” Sang istri berlari keluar untuk melihat suaminya mengemudi kereta Perdana Menteri. Dia melihat suaminya mengemudi kereta melewatinya dengan kepala terangkat tinggi di udara, sombong dan angkuh. Ketika sopir kembali ke rumah malam itu, istrinya tidak berbicara dengannya. Dia bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak bahagia.” Dia berkata, “Aku ingin bercerai denganmu.” Pengemudi itu sangat terkejut. Dia berkata, “Mengapa, Mengapa kamu bercerai denganku?” Dia menjawab, “Lihatlah Perdana Menteri, ia duduk dengan penuh kesopanan dalam kereta, ramah dan menyapa para penduduk. Tetapi kamu seorang sopir, namun kamu begitu sombong, itu sebabnya aku ingin meninggalkan kamu.” Sopir menyadari kesalahannya. Dia mengerti bahwa betapa penting menjadi lebih baik dan lebih rendah hati yang seharusnya dia lakukan untuk mendapatkan rasa hormat. Sejak hari itu dan seterusnya, ia menjadi lebih rendah hati. Perdana menteri melihat perubahan dalam dirinya. Dia bertanya kepada sopir, “Kenapa kau berubah sikap dan perilaku?” Sopir menjawab, “Istri saya menegur saya, dan saya pikir dia benar.” Perdana Menteri mengagumi perubahan dalam sikapnya, dan membawanya menghadap pada raja dan berkata, “Yang Mulia, sopir saya adalah seorang yang memiliki kebajikan, ia memiliki keberanian untuk mengoreksi kesalahan sendiri.” Memperhatikan hal itu, raja berkata, “Bagus! Dia harus diberi jabatan.” Sopir itu diberi jabatan seorang perwira. Dia jalani tugasnya dengan kerendahan hati, dan setelah itu hidup bahagia selamanya.