History (in Indonesian)

History of SMPK 2 PENABUR Jakarta …
from 2012 SMPK 2 Year Book (revised)

Available in Indonesian:

SMPK 2 adalah sekolah warisan dari CVS (Christelijke Vereenigning Scholen) kepada HSK. Kemudian diwariskan kembali kepada Yayasan Badan Pendidikan Kristen Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee dengan ketuanya Ong Teng Houw. SMPK 2 PENABUR Jakarta diresmikan pada tanggal 1 Juli, 1952. Kepala sekolah pertama yang membangun dan memimpin SMPK 2 adalah Tan King Houw (1951-1952).

Kemudian Pembangunan SMPK 2 dilanjutkan oleh Sayuti Gunawan (1952-1960). Kepala sekolah yang ketiga adalah E.L. Budisusanto (1960-1982), yang dilanjutkan oleh Kristiadji (1982-1994) dan Amiril (1994-2000). Kejayaan SMPK 2 dilanjutkan oleh Ester Mukim (2000-2006), Sutjiati (2006-2011) dan sejak tahun 2011 SMPK 2 PENABUR Jakarta dipimpin oleh Supanna Wirija.

Banyak prestasi dicetak siswa/i SMPK 2 yang tentunya tidak terlepas dari kerja keras para pemimpin sekolah dan team gurunya, seperti langganan Olimpiade Sains Nasional (Math, Physics, Biology), International Junior Science Olympiad (Biology), juga Singapore Mathematical Olympiad.

Pengurus BPK PENABUR Jakarta yang ikut berperan dalam memajukan SMPK 2 adalah, di antaranya, Uripto Widjaja, I.K. Adinata, Swandaja, Basuki, Benyamin K. Gunawan, Hadiyanto Budisetio S., dan Paulus Mustika.

Pada tahun 1950an, gedung SMPK 2 masih berbentuk bilik bersekat pada 1950-an. Pada tahun 1960an, kompleks sekolah jl. Pembangunan mendapat pengurus-pengurus baru, yaitu Uripto Widjaja dan I.K. Adinata. Saat itu Uripto melihat bahwa keadaan sekolah dari segi bangunan sulit dipertahankan. Lalu gedung tersebut direnovasi di era kepengurusan Uripto Widjaja hingga menjadi gedung yang cukup megah (3 lantai) di jl. Pembangunan.

1970s personnels of SMPK 2

1970s teachers & board of director

Berbicara tentang prestasi, SMPK 2 PENABUR Jakarta berhasil meraih segudang prestasi akademik maupun non-akademik. Di lingkungan BPK PENABUR, SMPK 2 selalu menjadi peringkat pertama sejak tahun 1989 dan bahkan tahun 1997/1998, SMPK 2 berhasil meraih peringkat pertama NEM se-DKI Jakarta. Atas prestasi membanggakan tersebut, pengurus PENABUR Jakarta menghadiahkan seperangkat internet, yang berhasil mengharumkan nama SMPK 2 di SEAMEO RELC sebagai 1 dari sedikit sekolah yang aktif dalam lomba website ASEAN yang dikoordinasikan oleh SEAMEO RELC Singapore. Pustakawan SMPK 2 (koordinator web team) SMPK 2, Rinna Setiawan, bersama Ka. Pendidikan/bagian P-4, Anne Lies Ranti, mewakili Indonesia ke Singapura mengharumkan nama BPK PENABUR.

SMPK 2 in 1990s

SMPK 2 dulu, 1990an

Sejak tahun 2011, SMPK 2 dipimpin Supanna Wirija dan prestasi terakhir National Science Olympiad (NSO) sekolah RSBI di Solo 2011, dengan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu, serta OSN 2012 di Pontianak dengan 1 emas dan 2 perunggu, serta 2 siswa/i menjadi wakil Duta Seni Pelajar se-Jawa, Bali dan Lampung di Yogyakarta 2012, dan 1 siswi menjadi duta Indonesia (team) ke pertandingan sepak bola pelajar putri di Singapura dan Australia 2013.

 

Meskipun segala fasilitas dan prestasi dari tahun ke tahun mengokohkan SMPK 2 PENABUR Jakarta sebagai salah 1 sekolah yang menonjol, karakter siswa/i SMPK 2 dibina untuk terus rendah hati, takut terhadap Tuhan, dan menghargai orang lain, baik terhadap guru/karyawan, teman-teman dan keluarga.

SMPK 2 teachers

SMPK 2 teachers

Older Version (in Indonesian) 

            Sejarah SMPK 2 Pembangunan tidak dapat dilepaskan dari sejarah Gereja Kristen Indonesia yang sudah ada sejak zaman Belanda. Saat bersejarah yang penting dicatat ialah tgl. 19 Juli 1950 sebagai lahirnya Badan Pendidikan Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee Khu Hwee Djawa Barat (selanjutnya disingkat BP THKTKHKH Jabar) berdasarkan Akte Notaris H.J.J. Lamers di Bandung yang diwakili oleh calon Notaris Tan Eng Kiam.

         Pada tahun 1967, setelah lebih dari 25 tahun sebagai bangsa merdeka, rasa kebangsaan Indonesia makin menebal, sehingga pembangunan bangsa dan pembangunan karakter perlu mendapat wujud yang lebih nyata. Nama Badan Pendidikan yang memakai nama Cina perlu mendapat ganti nama sesuai dengan keadaan. Lebih-lebih setelah terjadi Gerakan 30 September 1965. Apa yang dilakukan oleh BAPERKI yang bersifat integratif, sudah tidak sesuai lagi dengan kegiatan yang dilakukan oleh golongan yang menghendaki asimilatif. Karena itu dipandang perlu untuk memperbaharui dengan pembuatan akte baru.

       Tokoh Oey Giok Tjeng selaku Ketua Yayasan dan Tjiok Tjing Ho sebagai Sekretaris Yayasan Badan Pendidikan yang lama datang kepada Notaris E. Pondaag untuk membuat akte baru. Maka pada tanggal 27 Januari 1967 dengan nomor akte 33 berdirilah Yayasan Badan Pendidikan Kristen Djawa Barat yang berkedudukan di Jakarta. Apa yang terdantum dalam akte pendiriannya, tampak sekali bahwa sifat badan lama yang masih etnis Cina atas dasar agama Kristen, telah berubah bersifat nasional Indonesia atas dasar agama yang sama.

       Yayasan yang bernama Badan Pendidikan Kristen Djawa Barat selanjutnya disebut BPK Jabar) didirikan dengan dasar pada kesaktian alkitab dan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat Dunia. maksud dari yayasan tersebut adalah untuk membina manusia Indonesia berlandaskan Pancasila, yaitu Dasar Negara Republik Indonesia (Yayasan lahir dalam zaman demokrasi Pancasila). Sedangkan tujuannya adalah untuk memberi pelayanan Kristen di bidang pendidikan dan pengajaran dalam arti seluas-luasnya.

        Dengan nama BPK Jabar, pengertian wilayah kegiatannya hanya mencakup wilayah provinsi Jawa Barat saja. pada waktu itu Jakarta masih dianggap seperti bagian dari Jawa Barat, jadi mengikuti pola pemerintahan Belanda di Indonesia. Dengan dipilihnya Jakarta sebagai pusat BPK Jabar, peranan Jakarta makin besar terutama dengan pertimbangan bahwa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berkedudukan di Jakarta. Sehingga segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, penyelesaiannya di Jakarta. Lebih-lebih setelah secara hukum ditetapkan bahwa Jakarta menjadi ibukota Republik Indonesia (1964), maka posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan BPK Jabar makin mantap.

       Dalam kondisi sosial-ekonomi serta komunikasi yang makin membaik, maka dilakukan perluasan oleh BPK Jabar sampai ke Lampung. Maka didirikanlah sekolah dibawah BPK Jabar di Bandar Lampung maupun Metro. Dengan Jakarta yang bukan bagian dari Jawa Barat dan Lampung yang jelas sebagai salah satu propinsi di luar Jawa dan hanya dipisahkan oleh Selat Sunda dari Jawa Barat, maka timbullah pemikiran-pemikiran untuk mengubah nama Badan Pendidikan Kristen Jawa Barat dengan istilah lain.

        Melihat kenyataan-kenyatan yang ada serta aktivitas pengurus dari BPK Jabar telah nyata sebagaimana dikemukakan dalam pasal 2 dan 3. Agar seluruh kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keadaan baru, maka diperlukan landasan hukum yang lebih mantap. Pada hari Selasa tanggal 21 Maret 1989 telah menghadap Notaris Winanto Wiryomartani, S.H. dua orang pengurus BPK Jabar, yaitu Drs. Djufrie Natanael Sentana, MBA. selaku Ketua Umum Pengurus Harian dan Drs. Michael Tanok selaku Sekretaris BPK Jabar. Dibuatlah Akte yang bernama Badan pendidikan Kristen PENABUR (BPK PENABUR) tertanggal 21 Maret 1989 Nomor 121 yang dimuat dalam Berita Negara RI tanggal 5 Mei 1989 No. 36.

        BPK PENABUR telah menyebutkan adanya Mukadimah sebagai berikut: Mengingat bahwa Gereja Kristen Indonesia Jawa Barat yang hidup di dalam persekutuan dengan Gereja yang kudus dalam mengemban amanat panggilan pelayanan dan kesaksian tersebut adalah di bidang pendidikan, maka Gereja Kristen Indonesia Jawa Barat mendirikan dan mengasuh suatu Yayasan Pendidikan Kristen yang berdasarkan iman Kristen, sesuai dengan kesadaran bahwa pendidikan itu mengarah kepada pembentukan mansuai seutuhnya. Selanjutnya disebutkan, bahwa yayasan tersebut berkedudukan di Jakarta dan berdasarkan pancasila dan bertujuan ikut membentuk manusia Indonesia seutuhnya melalui bidang pendidikan sebagai perwujudan panggilan pelayanan dan kesaksian Kristen.